Kajian Bersama Ustadz Nasrullah

 

Assalamualaikum wr. wb.

Kajian pagi di masjid Al-ikhlas kali ini akan mengulas materi tentang Pelajaran yang dapat di ambil dari kisah Nabi Zakaria. Penceramah kali ini disampaikan oleh ustadz Nasrullah. Kajian yang diadakan pukul 06:00 pagi Alhamdulillah berjalan dengan baik. Foto2 kegiatan bisa dilihat di atas :).
Maaf sekali Kajian belum bisa di Videokan karena keterbatasan alat.
jadi kami akan mengulas sedikit pada artikel dibawah..
silahkan mambaca…..

Kisah Zakaria Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an ada di dalam Surat Maryam ayat 1 – 15 :
  1. Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad
  2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
  3. yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
  4. Ia berkata:”Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.
  5. dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,
  6. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku seorang yang diridhai”.
  7. Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
  8. Zakaria berkata : “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada seorang anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
  9. Allah berfirman :“Demikianlah”. Tuhan berfirman : “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.
  10. Zakaria berkata : “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.
  11. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
  12. Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
  13. dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,
  14. dan seorang yang berbakti kepada dua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.
  15. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
Nabi zakaria a.s adalah keturunan nabi sulaiman as. Beliau adalah ulama’ besar di kalangan bani israil. Istri beliau bernama isya, saudara perempuan hannah, sedangkan hannah adalah istri imran, seorang pembesar di kalangan bani israil juga. Suatu ketika hannah ingin mempunyai anak sehingga ia bernazar: jika allah swt mengaruniai anak, maka anaknya itu akan diserahkan untuk rumah suci baitul maqdis. Di dalam Al-Qur’an allah swt berfirman :
“(ingatlah) ketika istri imran berkata : ” Ya tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepadamu anak di dalam kandunganku ini menjadi hamba yang saleh dan berhidmat (di baitul maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui”. Maka tatkala istri imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya allah, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan, dan allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia maryam dan aku melindunginya serta anak anak keturunannya kepada pemeliharaanmu dari setan yang kutuk” (Ali Imran: 35-36).
 
Maryam Dipelihara Oleh Nabi Zakaria
Hannah melahirkan anak perempuan, maryam namanya. Sebagaimana nazarnya, putrinya itu kemudian diserahkan ke baitul maqdis (rumah suci). Di dalam Al-Qur’an, allah swt telah berfirman : “Maka tuhanku menerimanya sebagai nazar dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan allah menjadikan zakaria sebagai pemeliharaannya. Setiap kali zakaria masuk untuk menemui maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria bertanya: “Hai maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini?” Maryam menjawab: “Makanan ini dari sisi allah.” Sesungguhnya allah memberi rezeki kepada siapa yang di kehendakinya tanpa perhitungan. (Ali Imran: 37).
Nabi Zakaria Mengharapkan Anak
Usia nabi zakaria a.s sudah mencapai 100 tahun, tapi belum juga mempunyai anak. Istrinya, sejak muda, tidak pernah melahirkan (mandul). Di dalam al-qur’an allah swt telah berfirman: “Ia berkata: “ya tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, tetapi aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadamu, ya tuhanku, sesungguhnya aku khawatir terhadap penggantiku sepeninggalku, sedangkan istrinya adalah seorang wanita yang mandul. Maka anugrahilah aku dari sisi mu seorang putra, yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga ya’qub, dan jadikanlah ia, wahai tuhanku, seorang yang di ridhai” (Maryam: 4-6)
Doa nabi zakaria itu diterima oleh allah swt, dengan firmannya: “Hai zakaria, sesungguhnya, kami memberi kabar gembira kepadamu akan beroleh seorang anak yang namanya yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia”. Zakaria berkata: “Ya tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah amat tua?” tuhan berfirman: “Demikianlah!” tuhan berfirman:” Hal itu mudah bagiku, dan sesungguhnya telah aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (ketika itu) belum ada sama sekali”. (Maryam: 7-9).
Nabi Zakaria mempunyai Anak 
Di dalam al-qur’an allah swt telah menceritakan kisah nabi zakaria a.s dengan firmannya :
“Zakaria berkata:”ya tuhanku berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “tandanya adalah kamutidak dapat bercakap cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka: “hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang”. (Maryam: 10-11).
Tiga hari setelah itu, datanglah malaikat jibril membawa berita gembira bagi nabi zakaria a.s, sebagaimana firman allah swt: “Kemudian malaikat jibril memanggil zakaria ketika ia tengah berdiri bersembahyang di mihrab: “Sesungguhnya allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putramu yahya, yang membenarkan kalimat yang datang dari allah swt, menjadi ikutan, menahan diri dari hawa nafsu dan seorang  nabi keturunan orang-orang saleh”. (Ali Imran:39).
Demikianlah Nabi zakaria as akhirnya memperoleh seorang anak laki laki yang bernama yahya, dan kelak putranya itu di angkat oleh allah swt menjadi nabi dan rosulullah.
Kesimpulan Dan Hikmah Kisah Nabi Zakaria :
  1. Nabi Zakaria a.s adalah keturunan dari nabi sulaiman a.s. Beliau adalah ulama besar di kalangan bani israil.
  2. Nabi zakaria diserahi tugas oleh allah swt sebagai pemelihara wanita suci, maryam anak imran.
  3. Nabi zakaria a.s sendiri, sampai dengan usia 100 tahun, belum juga di karuniai seorang anak, karena istrinya adalah wanita yang mandul.
  4. Akhirnya nabi zakaria memohon kepada allah swt agar diberi seorang anak yang akan melanjutkan keturunan dan ajarannya. Allah swt mengabulkan doanya, dengan memberinya seorang anak laki laki yang bernama yahya, yang kelak di angkat menjadi nabi dan rasul allah.

Post Author: ahmad rifki

https://www.linkedin.com/in/rifkiahmadperdian